Selasa, 22 Oktober 2019

                                     3 DAFTAR PAHLAWAN YUNANI DAN BIOGRAFI
                                                                      BAGIAN 1   


1.HERCULES (HERAKLES)
Dalam mitologi Yunani, Herakles atau Heracles (Yunani:Ἡρακλῆς, bermakna "kejayaan Hera", atau "Berjaya melalui Hera") adalah seorang tokoh pahlawan, anak Zeus dan Alkmene, anak angkat Amfitryon dan cicit dari Perseus. Ia merupakan pahlawan terbesar Yunani. Dalam mitologi Romawi, ia dikenal sebagai Herkules. Ia merupakan pahlawan Yunani yang di dalam mitologi selalu berusaha membantu masyarakat Yunani dalam menghadapi kesulitan yang diakibatkan oleh monster ataupun ulah dari raja dan penguasa yang lalim. Nama aslinya adalah Alkides atau Alkaeus. Padanannya dalam mitologi Etruska adalah Herkle, putra Tinia dan Uni.
Kekuatan, kecerdikan, keberanian, dan kekuatan seksual bersama pria dan wanita adalah beberapa ciri khasnya. Meskipun dia tidak sepintar Odisseus atau Nestor, Herakles pernah menggunakan kecerdasannya
dalam beberapa kesempatan ketika kekuatan ototnya tidak berhasil, misalnya ketika bekerja pada raja Augeas dari Elis, ketika bergulat dengan raksasa Antaeus, atau ketika menipu Atlas. Bersama Hermes dia adalah pelindung tempat olahraga dan palaestrae. Atributnya adalah kulit singa dan alat pemukul. Dia juga suka bermain bersama anak-anaknya jika tidak sedang mengerjakan tugas-tugasnya. Karena dia banyak mengalahkan monster, dia disebut telah "menjadikan dunia aman bagi manusia". Herakles adalah orang yang bersemangat dan emosional. Dia bisa melakukan hal-hal hebat untuk temannya (misalnya ketika dia bertarung dengan Thanatos untuk membalas kebaikan pangeran Admetus atau ketika dia membantu temannya, Tindareus, menjadi raja Sparta kembali) namun Herakles juga bisa menjadi berbahaya bagi orang-orang yang dia benci, msialnya Augeas, Neleus dan Laomedon. Banyak cerita mengenai Herakles dan yang paling terkenal adalah Dua Belas Tugas Herakles. Herakles dipuja sebagai pahlawan dan sebagai dewa dan merupakan manusia setengah dewa yang paling populer dalam mitologi Yunani.

Kelahiran:

Faktor penting yang berperan dalam tragedi pada hidup Herakles adalah kebencian Hera, istri Zeus, padanya. Menurut semua versi, Herakles adalah anak Zeus di luar nikah yang paling dibenci oleh Hera. Herakles adalah anak Zeus hasil perselingkuhan dengan Alkmene. Zeus menyamar menjadi Amfitryon, suami Alkmene, untuk bisa menidurinya. Alkmene langsung hamil setelah disetubuhi oleh Zeush. Herakles sangat bangga sebagai anak Zeus dan Hera membencinya karena mengingatkannya pada ketidaksetiaan suaminya. Saudara Herakles adalah Ifikles, anak Amfitryon. Ifikles menjadi ayah dari pembantu Herakles, Iolaus.

Pada malam ketika Herakles dan Ifikles dilahirkan, Hera meminta Zeus untuk bersumpah bahwa bayi yang lahir pada malam itu dan merupakan keturunan Perseus akan menjadi raja yang agung. Hera tahu bahwa keturunan Perseus yang akan lahir adalah Herakles dan Euristheus. Setelah sumpah tersebut diucapkan, Hera bergegas menuju Alkmene dan memperlambat kelahiran Herakles dengan menyuruh Ilithyia (dewi kelahiran) menahan Herakles di rahim Alkmene. Hera kemudian membuat Euristheus lahir lebih awal sehingga Euristheuslah yang akan menjadi raja dan bukan Herakles. Herakles akhirnya bisa lahir berkat Galanthis (pelayan Alkmene) yang menipu Ilithyia.
Bayi tersebut awalnya diberi nama Alkides oleh orang tuanya; Dia mengubah namanya menjadi Herakles agar Hera tidak lagi membencinya namun gagal, Hera tetap membenci Herakles. Beberapa bulan setelah ia lahir, Hera mengirim dua ekor ular untuk membunuh Herakles. Herakles lalu mencekik kedua ular tersebut. Pengasuh Herakles kemudian menemukan Herakles sedang memainkan tubuh ular tersebut layaknya mainan anak-anak.
Masa muda

Herakles belajar bermain lira pada Linus. Suatu hari Herakles terbawa emosi dan membunuh gurunya dengan lira. Herakles kemudian disuruh oleh ayahnya tirinya, Amfitryon, untuk menggembalakan ternak ke gunung. Ketika itulah Herakles didatangi oleh dua orang nimfa ,Kesenangan dan Kebajikan, yang menawarkannya pilihan: Kehidupan yang bahagia atau kehidupan yang keras namun berujung kemuliaan. Herakles memilik yang kedua.

Di Thebes, Herakles menikahi anak raja Kreon, Megara. Suatu hari Hera memicu kegilaan pada Herakles dan menyebabkan Herakles membunuh anak-anaknya sendiri. Kegilaannya ini kemudian disembuhkan oleh Antikireus, pendiri Antikira. Herakles menyadari dosanya dan menemui Orakel Delfi. Tanpa sepengetahuan Herakles, Orakel tersebut dikendalikan oleh Hera. Sang Orakel menyuruh Herakles untuk mengabdi pada raja Euristheus dan diharuskan menjalankan sepuluh tugas yang diperintahkan oleh sang raja. Dalam prosesnya, Herakles dituduh curang dalam menjalankan dua tugas sehingga Euristheus memberinya dua tugas tambahan.


Tugas Herakles

Hera memicu kegilaan pada Herakles sampai Herakles membunuh anak-anaknya sendiri. Untuk menebus kejahatannya, Herakles harus melaksanakan sepuluh tugas yang diperintahkan oleh Euristheus, orang yang mengambil alih tempat Herakles sebagai raja. Jika Herakles berhasil maka dia akan disucikan dari dosanya. Herakles sukses menyelesaikan sepuluh tugasnya tetapi Euristheus tidak mengakui permbersihan kandang Auges karena Herakles meminta bayaran atas kerjanya. Euristheus juga menolak pembunuhan Hidra Lernea karena Herakles dibantu oleh sepupunya, Iolaus. Euristheus kemudian memberi dua tugas tambahan pada Herakles (mengabil apel Hesperides dan menangkap Kerberos). Herakles menjalankan kedua tugas tambahan tersebut dengan sukses dan menggenapkan jumlah tugasnya menjadi dua belas.
Pertempurannya yang terkenal adalah saat ia melawan Singa Nemea yang mana kulitnya kebal tehadap panah, pedang, dan racun. Dia berhasil mengalahkan singa tersebut dan memakai kulitnya sebagai pelindung badannya. Selain itu, pertempurannya melawan Hidra, naga berkepala empat, juga menjadi cerita yang sangat terkenal. Hidra adalah naga yang ketika kepalanya tertebas akan tumbuh dua kepala. Herakles, setelah bersusah payah berhasil mengalahkannya, mengambil racunnya, dan mengoleskannya ke busur panah yang dimilikinya, dan menjadikan senjatanya sangat ampuh dalam membunuh musuhnya.
Tidak semua sejarawan memberikan urutan tugas yang sama. Berikut adalah urutan menurut Apollodorus (2.5.1-2.5.12):
Membunuh Singa Nemea.
Membunuh Hidra Lernea.
Menangkap Kijang Kerineia.
Menangkap Babi Erimanthia.
Membersihkan kandang kuda milik Augeas
Membunuh Burung Stimfalia.
Menangkap Banteng Kreta.
Menambil Kuda betina Diomedes.
Mengambil ikat pinggang Hippolita.
Menambil ternak milik Geryon.
Mengambil apel Hesperides.
Menangkap cerberus

2.perseus

Perseus merupakan salah satu pahlawan legendaris yang sangat terkenal dalam mitologi yunani. Dia adalah anak dari Zeus dan Danae, yang merupakan anak dari Acrisius, raja Argos.

Pada suatu waktu, seorang peramal meramalkan bahwa putra Danae akan menjadi penyebab kematian Acrisius. Mendengar itu, Acrisius memenjarakan Danae di sebuah menara, dengan tujuan untuk mengucilkannya dari dunia. Namun Zeus mendatanginya dari atas menara dan diapun menjadikan Danae istrinya.

Selama empat tahun, Acrisius tidak mengetahuinya, hingga suatu malam ketika secara tidak sengaja dia melewati kamar anaknya, dia mendengar tangisan anak kecil dari dalam kamar, yang akhirnya membuatnya mengetahui pernikahan anaknya dengan Zeus. Dengan rasa marah karena usaha yang dia lakukan untuk mencegah Danae memiliki anak gagal, Acrisius memerintahkan agar ibu dan anak itu dimasukkan kedalam sebuah peti besar lalu dihanyutkan ke laut.
Namun Zeus tidak menginginkan mereka terluka sedikitpun apalagi mati. Diapun meminta Poseidon menenangkan air laut yang berombak, agar peti besar itu bisa mengapung dengan selamat ke pulau Seriphus. Dictys, saudara dari Polydectes, raja dari pulau itu, sedang memancing ketika dia melihat sebuat peti terdampar di pantai; merasa iba atas kondisi orang yang dikurung di dalamnya, diapun membawa mereka ke istana sang raja, dimana mereka diperlakukan dengan sangat baik.

Polydectes pada akhirnya menikahi Danae, dan memberikan pendidikan layaknya pendidikan bagi seorang pahlawan kepada Perseus. Ketika dia melihat anak tirinya itu tumbuh menjadi pemuda bangsawan yang mulia dan berwibawa, diapun menanamkan pada diri Perseus keinginan untuk dikenal sebagai pahlawan melalui tugas kepahlawanan, dan setelah mempertimbangkan dengan seksama, diputuskan bahwa dengan membunuh Medusa, maka akan membawa reputasi sebagai pahlawan kepada Perseus.
Agar tugas ini dapat berjalan dengan sukses, maka Perseus membutuhkan sepasang sandal bersayap, sebuah dompet magis, dan helm Hades, yang membuat pemakainya tidak terlihat. Semua artifak ini disimpan oleh para Nymph, yang mana tempat tinggalnya hanya diketahui oleh Graeae. Perseus pun memulai ekspedisinya ini, dan setelah beberapa lama dipandu oleh Athena dan Hermses sampai di daerah yang jauh, pada perbatasan Oceanus, tempat dimana Graeae –yang merupakan anak-anak dari Phorcys dan Ceto– tinggal. Perseus dengan segera meminta informasi yang dia butuhkan, namun para Graeae menolak, sehingga Perseus lalu mengambil satu-satunya mata dan gigi mereka. Para Graeae pun akhirnya memberikan informasi mengenai dimana para Nymph tinggal agar Perseus memberikan kembali mata dan gigi mereka. Perseus segera melanjutkan perjalanannya ke kediaman para Nymph, dan disana dia diberikan artifak-artifak yang dia butuhkan untuk kesuksesan ekspedisinya.

Dengan membawa dompet magisnya, mengenakan helm magisnya dan mempersenjatai dirinya dengan sebuah sabit – sebuah hadiah dari Hermes – Perseus lalu terbang menuju kediaman para Gorgon dengan menggunakan sandal bersayap nya. Perseus telah diperingati sebelumnya bahwa siapapun yang melihat langsung para Gorgon akan membatu dalam seketika, karena itu dia mendekati para Gorgon dengan tanpa memandang langsung melainkan dengan bantuan perisainya, dimana dia bisa melihat mereka melalui pantulan mereka di perisai. Dengan dipandu Athena, dia memenggal kepala Medusa, lalu dia memasukkannya kedalam dompet magisnya. Dengan seketika, dari tetesan darah Medusa, lahirlah Pegasus, dan Chrysaor. Lalu dengan segera dia melarikan diri dari kejaran kedua saudari Medusa, yang dengan kemarahan yang menggebu-gebu mencari-cari Perseus untuk membalas dendam.

Disinilah kegunaan helm magis dan sandal bersayapnya sangat membantunya; karena dengan helm magis milk Hades, para Gorgon tidak dapat melihatnya, dan sandal bersayap yang dia gunakan sangat membantunya melintasi daratan maupun lautan, sehingga dalam sekejap, diapun sudah jauh dari tempat tinggal para Gorgon. Ketika melewati gurun pasir Libya, beberapa tetes darah Medusa merembes dari dompet magisnya dan jatuh ke lautan pasir panas dibawahnya sehingga lahirlah berbagai jenis ular dengan berbagai warna, yang menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Perseus meneruskan perjalanannya (terbang menggunakan sandal bersayap) sampai ke kerajaan Atlas, dimana dia memohon untuk diberikan tempat beristirahat. Namun, sang raja yang memiliki perkebunan yang sangat berharga, dimana setiap pohon berbuah buah emas, ketakutan karena Perseus mungkin saja dapat membunuh naga yang menjaga kebunnya, dan mencuri hartanya itu. Karena itulah dia menolak permintaan Perseus, yang dengan kekecewaan dan amarah mendengar penolakan kasar sang raja, lalu mengeluarkan kepala Medusa dari dompet magisnya dan memperlihatkannya kepada sang raja yang dlam seketika berubah menjadi sebuah gunung batu. Janggut dan rambutnya berubah menjadi hutan, tangan, kaki dan badannya menjadi bebatuan besar dan kepalanya memanjang dan berubah menjadi puncak gunung yang menjulang sampai awan.

Perseus lalu melanjutkan perjalanannya, sampai dia tiba di Aethiopia, kerajaan yang diperintah Raja Cepheus. Dia mendapati dirinya berada ditengah kerajaan yang sedang dilanda bencana banjir besar, perkotaan dan pedesaan hancur disetiap jengkalnya. Pada sebuah jurang di tepi laut dia kaget melihat seorang gadis cantik diikat pada sebuah batu. Gadis ini adalah Andromeda, putri dari sang raja. Ibunya, Cassiopea, dengan sombongnya berkata bahwa kecantikan putrinya mengalahkan siapapun di dunia, bahkan para Nereid (nymph laut), dan perkataanya ini membangkitkan kemarahan para nymph laut yang lalu meminta Poseidon untuk memberikannya hukuman. Poseidon pun memorak-porandakan kerajaannya dengan banjir besar, banjir ini juga membawa serta seekor monster raksasa, yaitu Cetus, yang menghancurkan apapun yang dilewatinya. 

Dalam kebingungan dan kesedihannya, sang raja meminta saran seorang oracle (peramal) di gurun Libya, dan mendapat jawaban, bahwa kerajaan dan rakyatnya dapat selamat dengan mengorbankan putri raja pada sang monster.

Cepheus, yang begitu menyayangi putrinya, awalnya menolak untuk melakukan apa yang dikatakan sang peramal; namun karena dia melihat rakyatnya begitu sengsara, dia akhirnya merelakan Andromeda untuk dikorbankan demi kebaikan negeri dan rakyatnya. Andromeda pun diikat di sebuah batu di jurang di tepi laut untuk dijadikan mangsa bagi Cetus, sementara kedua orang tuanya hanya bisa meratapi nasib anaknya.

Setelah mendengar kisah ini, Perseus menawarkan pertolongannya pada Cepheus untuk menyelamatkan Andromeda dengan membunuh monster itu, namun dengan syarat, Andromeda harus menjadi istrinya. Raja Cepheus dengan senang hati menerimanya. Perseus pun segera pergi ke batu tempat Andromeda diikat untuk menenangkan dan memberi harapan kepada sang putri yang ketakutan. Dia lalu mengenakan helm Hades dan terbang ke udara, menunggu kedatangan sang monster.
Tidak lama kemudian, lautanpun bergejolak, dan keluarlah kepala monster dari balik ombak. Dengan melambai-lambaikan buntutnya, dia pun meloncat untuk menerkam korbannya. Namun Perseus yang sedari tadi telah bersiap, langsung terbang menurun, lalu mengeluarkan kepala Medusa dari dompet magisnya, dan memperlihatkannya didepan mata Cetus. Tubuh raksasa Cetus pun secara perlahan berubah menjadi batu, dan selamanya menjadi saksi bisu dari aksi penyelamatan Andromeda yang menakjubkan oleh Perseus. Perseus pun lalu mengantar Andromeda ke orang tuanya, yang karena begitu senang dan berterima kasihnya mereka kepada Perseus, dengan segera memersiapkan jamuan untuk pesta pernikahannya dengan putri mereka. Namun ditengah pesta pernikahannya, Phineus, yang merupakan saudara sang raja, datang untuk membawa Andromeda, karena sebelumnya Andromeda telah dijodohkan dengannya. Dengan membawa pasukan bersenjata, dia mengepung Perseus untuk membunuhnya. Perseus yang terkepung lalu meminta pada semua orang untuk menutup mata mereka. Diapun mengeluarkan kepala Medusa dan mengahadapkannya ke wajah Phineus dan pengawalnya yang dalam seketika langsung membatu karena tidak menggubris perkataan Perseus. 
Keesokan harinya Perseus berpamitan kepada raja Aethiopia, dan, dengan ditemani istrinya yang cantik, diapun kembali ke Seriphus. Pertemuan penuh kebahagiaan pun terjadi antara Perseus dan ibunya, Danae. Dia lalu meminta seorang pembawa pesan untuk pergi ke kediaman kakeknya, untuk mengabarkan bahwa dia akan kembali ke Argos. Acrisius yang ketakutan akan tercapainya ramalan yang dulu dia dengar, lalu melarikan diri ke kediaman temannya Teutemias yang merupakan raja dari Larissa. Perseus yang tidak memiliki dendam apapun pada kakeknya, lalu menyusulnya untuk memintanya kembali ke Argos. Namun disinilah kecelakaan aneh terjadi. Ketika Perseus sedang mengikuti suatu perlombaan yang diadakan untuk menghormati ayah dari raja Larissa yang telah meninggal, secara tidak sengaja dia melempar cakram batu dan mengenai kakeknya yang seketika itu juga mati karena begitu kuatnya lemparan Perseus. 

Upacara pemakaman Acrisius pun diadakan tidak berapa lama kemudia. Perseus mengikutinya dengan sangat khidmat. Setelah kembali ke Argos, dia merasa sangat bersalah dengan menduduki takhta kakeknya yang kematiannya disebabkan olehnya. Perseus lalu menukar kerajaannya dengan kerajaan Tirnys, yang rajanya bernama Megapenthes, dan seiring berjalannya waktu, Perseus membangun dua kota yaitu Mycenae dan Midea.

Kepala Medusa dia persembahkan kepada Athena, yang lalu menempatkannya ditengah perisainya 


3.ACHILLES 

Achilles adalah sosok legendaris dalam dunia mitologi Yunani. Dalam beberapa cerita, ia digambarkan sebagai seorang prajurit tangguh yang berhasil menaklukan beberapa pertempuran. Salah satu perang yang paling terkenal adalah perang Troya.
Nah berikut ini deretan fakta Achilles, prajurit setengah dewa Yunani yang legendaris.
Achilles merupakan anak dari pasangan Peleus dan Thetis. Achilles dipercaya banyak orang sebagai manusia setengah dewa karena ibunya, Thetis, adalah salah satu dari 50 Nereid (Anak dari Nereus dan Doris).
Saat lahir, Thetis berusaha menghilangkan sifat ketidakabadian Achilles yang diturunkan oleh ayahnya. Lalu, Thetis membawa Achilles untuk dicelupkan ke sungai Styx. Rasa takutnya, membuat Thetis terus memegang erat pergelangan kaki atau tumit Achilles saat dicelupkan.
Sejak saat itu Achilles sudah berubah menjadi makhluk imortal setengah dewa.
Namun, saat mencelupkan ke sungai Styx, ada satu bagian dari tubuh Achilles yang tidak abadi yaitu pergelangan kaki atau tumit. Hal ini karena Thetis terus memegang erat tumit Achilles.
Karena itu, satu-satunya kelemahan Achilles adalah di tumitnya yang kelak akan menjadi penyebab kematiannya.
Pada umur 9 tahun, Calchas (ahli peramal) mengatakan bahwa Troy tidak dapat direbut tanpa Achilles. Namun, dalam perang tersebut jugalah Achilles akan dijemput ajalnya.
Mengetahui hal tersebut, Thetis melakukan berbagai cara supaya Achilles tak terlibat dalam perang Troya sekaligus menghindari takdir kematian. Ia bahkan sempat meminta Poseidon untuk menenggelamkan kapal-kapal Trojan yang menuju ke Sparta. Namun, dewa sendiripun tidak sanggup mengubah takdir.
Thetis juga sempat membuat Achilles berpenampilan seperti wanita untuk mengelabui takdir. Achilles dikirim ke Scyros untuk diperkenalkan kepada raja Lycomedes. Sayangnya, upaya penyamaran tersebut berbuah sia-sia setelah Odysseus membongkar penyamaran Achilles dengan terompet.
Berbagai cara Thetis mengelabui takdir Achilles untuk tidak ikut dalam pertempuran Troya ternyata hanya berujung kegagalan. Hingga suatu saat di mana Achilles mengetahui Patroclus, sahabat dekatnya, dibunuh oleh Hector
Achilles segera melupakan ramalan kematiannya dan ikut langsung dalam perang Troya dan membalaskan dendam kematian Patroclus.
Achilles membawa angkatan perang yang sangat kuat dan perkasa untuk menembus dinding Troya yang dikenal sulit dihancurkan. Achilles juga mendapatkan baju perang dan tameng yang dibuat khusus oleh Hephaestus.
Dengan penuh amarah, Achilles terjun ke medan perang dan membantai seluruh pasukan Troya yang ada di hadapannya. Sampai akhirnya, Achilles berhasil menemukan Hector dan mengejarnya. Dikisahkan dalam pengejaran ini, mereka berputar mengelilingi tembok benteng Troya sebanyak tiga kali.
Lalu dewi Athena turun dan membujuk Hector untuk mau berduel satu lawan satu dengan Achilles. Sadar jika kemampuannya tak seimbang, Hector hanya meminta jika mayatnya nanti diperlakukan dengan hormat layaknya kesatria yang mati di medan perang.
Namun yang dilakukan Achilles adalah sebaliknya. Setelah membunuh Hector, ia menyeret mayatnya menggunakan kereta perangnya dan diseret mengelilingi medan pertempuran selama sembilan hari!
Fakta Achilles selanjutnya adalah tentang akhir hayat manusia setengah dewa ini. Ada beberapa versi tentang kematian Achilles. Salah satu yang paling terkenal adalah Achilles tewas setelah dipanah oleh Paris tepat di tumitnya. Seperti sudah diketahui, meski hidup abadi, namun satu-satunya bagian terlemah dari tubuh Achilles adalah tumitnya.
Isitilah tumit Achilles juga digunakan dalam dunia kedokteran untuk menyebut salah satu bagian terlemah dari tubuh manusia. Konon, tumit Achilles inilah bagian tubuh yang tak bisa disembuhkan secara sempurna jika mengalami cidera.

JANGAN LUPA SEBARKAN LUAS BLOG INI YA.........





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar